Get Free Consultation!
We are ready to answer right now! Sign up for a free consultation.
I consent to the processing of personal data and agree with the user agreement and privacy policy
Dalam proses import barang dari China, salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh perusahaan adalah istilah pengiriman atau Incoterms (International Commercial Terms). Istilah seperti FOB, CIF, dan DDP sering digunakan dalam transaksi internasional untuk menentukan pembagian tanggung jawab antara penjual (supplier) dan pembeli (importir), mulai dari biaya pengiriman, risiko barang, hingga proses kepabeanan.
Kesalahan memilih metode pengiriman dapat menyebabkan biaya tambahan yang tidak terduga, kendala di pelabuhan, hingga keterlambatan barang tiba di lokasi tujuan. Sebelum melakukan import dari China, perusahaan perlu memahami perbedaan FOB, CIF, dan DDP agar dapat memilih skema yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Incoterms adalah aturan perdagangan internasional yang mengatur tanggung jawab antara penjual dan pembeli dalam proses pengiriman barang. Incoterms menentukan beberapa hal seperti:
Dalam import China, tiga istilah yang sering digunakan adalah:
FOB adalah metode pengiriman di mana penjual bertanggung jawab hingga barang dimuat ke kapal di pelabuhan asal. Dalam skema FOB China, supplier biasanya bertanggung jawab untuk:
Setelah barang berada di atas kapal, tanggung jawab dan risiko berpindah kepada pembeli. Artinya, pihak importir harus mengatur:
Beberapa keuntungan menggunakan FOB antara lain:
Namun FOB juga memiliki beberapa tantangan:
CIF merupakan metode pengiriman di mana supplier bertanggung jawab membayar biaya barang, asuransi, dan pengiriman hingga pelabuhan tujuan. Dalam skema CIF China, supplier biasanya mengatur:
Namun setelah barang tiba di pelabuhan tujuan, tanggung jawab berikutnya berada pada pihak pembeli. Buyer tetap perlu mengurus:
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
DDP adalah metode pengiriman di mana supplier bertanggung jawab hampir seluruh proses hingga barang sampai ke lokasi pembeli. Dalam skema DDP import China, supplier biasanya menangani:
Dengan kata lain, pembeli menerima barang dalam kondisi siap digunakan.
Namun, DDP juga memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan:
| Faktor | FOB | CIF | DDP |
|---|---|---|---|
| Pengiriman dari China | Seller | Seller | Seller |
| Freight internasional | Buyer | Seller | Seller |
| Asuransi | Buyer | Seller | Seller |
| Customs clearance | Buyer | Buyer | Seller |
| Bea masuk & pajak | Buyer | Buyer | Seller |
| Pengiriman sampai gudang | Buyer | Buyer | Seller |
| Tingkat kemudahan | Sedang | Lebih mudah | Paling mudah |
FOB cocok jika:
CIF cocok jika:
DDP cocok jika:
Import barang dari China bukan hanya tentang membeli produk dari supplier, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana. Mulai dari:
membutuhkan koordinasi yang baik. Amanah Group menyediakan solusi pengadaan barang dan jasa untuk mendukung kebutuhan perusahaan, termasuk koordinasi kebutuhan logistik dan distribusi barang sesuai kebutuhan proyek.
Proses import membutuhkan koordinasi yang tepat agar barang dapat diterima sesuai spesifikasi, dokumen lengkap, dan tiba di lokasi tujuan sesuai kebutuhan proyek. PT Amanah Akhlak Mulia membantu perusahaan dalam kebutuhan pengadaan barang dan jasa, koordinasi logistik, serta distribusi material dengan layanan jasa import barang dari China yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan proyek.
Konsultasikan kebutuhan import dan pengadaan material Anda bersama tim Amanah Group untuk mendapatkan solusi yang tepat. Hubungi WhatsApp +62 811-2042-100
FOB membuat buyer mengatur biaya pengiriman setelah barang naik kapal, sedangkan CIF supplier menanggung biaya pengiriman dan asuransi hingga pelabuhan tujuan.
DDP adalah metode pengiriman di mana supplier bertanggung jawab hingga barang sampai ke lokasi pembeli termasuk biaya impor.
FOB sering lebih murah untuk importir berpengalaman, sedangkan DDP lebih praktis karena sebagian besar proses sudah ditangani supplier.
Tidak. CIF biasanya hanya mencakup barang, asuransi, dan freight hingga pelabuhan tujuan.
DDP dapat lebih praktis, tetapi buyer tetap perlu memastikan supplier memiliki kemampuan dan legalitas untuk menangani proses import.